Ajang Pemilihan Putra Putri Tenun Songket Indonesia 2019 Segera Digelar

Ajang Pemilihan Putra Putri Tenun Songket Indonesia 2019 Segera Digelar

WARTA KOTA, KEBAYORAN LAMA  -Yayasan CBKN dan KTTI  akan menggelar ajang Pemilihan Putra Putri Tenun Songket Indonesia 2019 (PPTSI 2019).

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk melestarian kain tenun  dan Songket sebagai kekayaan warisan budaya Indonesia harus terus digali, dilestarikan  sekaligus dikembangkan, dengan mengajak  peran  serta generasi  milinial berpartisipasi di dalamnya.

Yayasan Cinta Budaya Kain Nusantara (CBKN), dan Komunitas Tekstil Tradisional Indonesia (KTTI)  paham betul tentang perlunya dilakukan beragam upaya untuk pelestarian dan penyelamatan budaya warisan leluhur bangsa Indonesia ini.

“Dengan penyelenggaraan acara ini diharapkan generasi muda untuk mencintai budayanya serta dalam rangka penyelamatan dan melindungi asset peninggalan leluhur, dalam hal ini tenun dan songket”, kata Anna Mariana, selaku Ketua Umum dan Penanggungjawab acara PPTSI 2019.

Kegiatan ini juga didukung oleh Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH)  dan Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) sebagai partner kerja

Sementara Grand Final PPTSI akan diselenggarakan pada bulan Desember di Bali, dan menurut rencana akan dihadiri Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana yang akan menyerahkan piala bergilir untuk pemenang pertama, sekaligus  akan meresmikan  Penetapan Keputusan Presiden  tentang  tanggal 7 September  sebagai “Hari Tenun dan Songket Nasional“

Hal ini terungkap dalam acara bertajuk Mahakarya Cita Indonesia 2019, yang menghadirkan narasumber : Anna Mariana (Ketua Umum & Penanggung jawab Acara PPTSI 2019 dalam rangka Peresmian “Hari Tenun dan Songket Nasional“), Kris Budiharjo Ketua Umum (RKIH), Rd. H. Rasich Hanif R (Sekjen FSKN), Teuku Rafli (Wasekjen FSKN), TA Panji Indra (Ketua Panitia Pelaksana PPTSI 2019), Linda Kartika Dewi (Ketua Bidang Sponsorship PPTSI 2019), Beki Mardani (Ketua LKB, Ketua Juri PPTSI 2019), Imron Hasbullah (Sekjen LKB dan Wakil Juri PPTSI 2019) dan  Tengku Rio(Ketua KTTI & Wakil Ketua Acara PPTSI 2019).

Total  jumlah pemenang PPTSI  2019 ada  enam peserta berpasangan yang kemudian akan menjadi Duta dari Yayasan Cinta Budaya Kain Nusantara dan Komunitas Tekstil Tradisional Indonesia (KTTI).

Ajang PPTSI 2019  menargetkan peserta  berpasangan  (pria dan wanita)  berusia 18-25 tahun dari  34 propinsi di Indonesia, berpenampilan menarik dan berkepribadian baik,

Pasangan peserta  akan dinilai  7 dewan juri (terdiri dari para pakar kepribadian, marketing, budayawan, pakar kain, tokoh media, tokoh fashion, tokoh dari dunia hiburan)  tentang pengetahuan mereka mengenai pariwisata, budaya juga  sejarah kekayaan  songket dan tenun dari daerah masing-masing peserta.

Untuk itu peserta diwajibkan membuat video pendek  (durasi 1 menit)  yang diupload di akun Instagram masing masing dan melampirkan tulisan sepanjang 5 paragraph dengan tema  “Melestarikan Kain Tenun dan Songket untuk Menjaga Budaya Bangsa di Era Industri 4.0.

Pemilihan PPTSI 2019  bukan sekadar  ajang  Beauty Pageant biasa iasa.  Namun,  diselenggarakan dengan tujuan sebagai ajang edukasi budaya, sekaligus penggalian minat serta kecintaan pada budaya Indonesia.  Karena itu, PPTSI selain dirancang menjadi kegiatan tahunan,  juga  akan  diselenggarakan untuk tingkat  Asia.

“Ini merupakan ajang yang unik dan berbeda dari ajang serupa yang pernah ada perhelatan ini digelar secara bersama sama yang melibatkan sejumlah pihak dan pesertanya berpasangan”, ujar TA Panji Indra, selaku Ketua Panitia Pelaksana PPTSI 2019.

Jumpers Mahakarya Cita Indonesia Ajang Pemilihan Putra Putri Tenun Songket Indonesia 2019 (warta kota/nur ichsan)

Yang berbeda dari penyelenggaraan PPTSI 2019 adalah   ikut dirancangnya Pameran  kain Tenun dan Songket dan benda benda pusaka  warisan leluhur para Raja Raja  yang masih tersimpan  di beragam Keraton  di seluruh Nusantara.

Pameran yang dilakukan bekerjasama dengan para Raja-Raja Nusantara dalam Forum Silahturahmi Keraton Nusantara (FSKN) ini, bertujuan memperlihatkan betapa kayanya sejarah budaya bangsa Indonesia. Kegiatan ini sekaligus dapat menjadi ajang Pengetahuan serta edukasi bagi seluruh lapisan masyarakat dan generasi muda.

Pemilihan PPTSI sendiri memiliki  tujuan mulia yang sangat kuat yaitu, sebagai ajang perkenalan dan meningkatkan  Nasionalisme, membangkitkan rasa cinta budaya, terutama di kalangan generasi milenial, ajang promosi  budaya dan pariwisata, serta ajang pemasaran tenun dan songket baik di dalam negeri maupun di internasional, sebagai  bagian dari upaya pelestarian  dan penyelamatan budaya Indonesia, membuka wawasan masyarakat tentang pentingnya   mendaftarkan hak cipta atas motif  tenun dan songket di  tingkat nasional maupun international (Unesco).

Serta memberikan perlindungan hukum secara resmi terhadap design kain-kain pusaka dari sisi aspek legalitas & secara  administrasi  Negara, mengupayakan  tenun dan songket   masuk dalam kurikulum Pendidikan Nasional (baik di tingkat dasar – perguruan tinggi), memberikan dukungan dan rekomendasi sekaligus bekerjasama dengan Pemerintah, agar dapat membangun sekolah dan sentra tenun songket di setiap daerah.

Selain itu juga untuk membantu  pemerintah dalam hal perekrutan tenaga binaan  terbaik, menjamin ketersediaan bahan baku dan peralatan menenun. Target utama tenaga binaan  adalah generasi milenial putus sekolah, masyarakat umum, kaum wanita dari kelompok PKK di seluruh Indonesia, mempersiapkan dan mensuport tenaga pengajar yang terbaik  agar dapat memberikan binaan  dan pelatihan sehingga kualitas serta kuantitas hasil bisa dikontrol.

Di sisi lain untuk mengupayakan pengembangan motif dan kualitas produk lebih terjamin dan terjaga baik, agar bisa memenuhi standart permintaan pasar serta pemasaran produk baik di dalam negri  maupun luar negeri, mengupayakan dan mengusulkan kepada Bapak Presiden agar memberikan rekomendasi kepada Kepala Pemerintah Daerah melalui Peraturan Daerah (Perda), agar masyarakat  dapat mengunakan tenun  dan songket ciri khas daerah masing-masing seminggu sekali, sama sepeti penetapan hari Jum’at  sebagai hari menggunakan Batik.

Dan merekomendasikan dan bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata agar dapat mewajibkan kepada travel agent di seluruh Indonesia,  bisa mengajak wisatawan lokal dan internasional  untuk datang berkunjung ke sentra tenun dan songket  di daerah, berkoordinasi dengan Raja-Raja  Nusantara dalam pengumpulan data dan menggali lebih detail  motif  tenun dan songket yang tersimpan di setiap daerah.

Sumber : https://wartakota.tribunnews.com/2019/11/05/ajang-pemilihan-putra-putri-tenun-songket-indonesia-2019-segera-digelar.